Selasa, 22 Desember 2015

Hari IBU

Hari ini adalah hari selasa, Daga*u Selamat hari selasaa..... silahkann...
yah greating seperti itulah yang biasa saya ucapkan ketika para tamu masuk ke adalam gerai kami, dengan muka senyum penuh terpaksa karena semalem belum sempet boker.
seperti biasa saya selalu memulai hari dengan bismillah
Bismillahirrahmaanirrahiim
yah bukan apa-apa, bukan merasa alim tapi entah mengapa setiap bismillah yang terucap selalu membuat hati saya tenang dan tentram menjalani hari ini, seperti halnya hari ini, walaupun subuh saya keteteran karena kemaren siang saya bergadang sampe jam 6 sore, mengakibatkan lost kontak pada peredaran iler saya, kemudian menjadikan peta berbentuk  bulat tapi tidak simetris karena terganggu bulu di pipi saya. 
kembali ke hari ini, alhamdulillah saya bisa sarapan, ini adalah rekor tebaik saya sepanjang massa karena selama kuliah 5 semester baru kali ini merasakan sarapan sebelum pergi kuliah, hal ini lah yang kemudian membuat saya mengabadikannya pada musium racetor indonesia zaman jaran yang disingkat menjadi musim cetoran, hal itu juga yang membuat saya semangat untuk mengarungi hari pada pagi ini, karena hari ini adalah hari ibu saya mengucapkan selamat hari ibu kepada calon gebetan saya sebut saja namanya Didin, Didin saya ucapin "selamat hari ibu sayang semoga ibuku dan ibumu menjadi besan ya" mendadak didin muntah-muntah keluar kecoak dari kedua hidungnya, matanya memerah, dan harus diopname selama 3 malam 3 minggu 1x24 jam. ternyata salah ngirim sms, yang saya kirimi adalah pembantu rumah tangga sebelah yang kemaren nginep di rumah temannya bapak saya yang ada di Sumatera. kemudian saya memutuskan untuk mengirim ucapan tersebut kepada Ibu saya "Ibu selamat hari ibu ya, semoga ibuku menjadi ibu nomer satu di dunia, jadi ibu terbaik, sayang ibuuuk , kangen ibuuuk :*..." yahh seperti itulah teksnya, memang sih saya emang sudah kangen berat sama ibu, terakhir kali bertemu adalah ketika saya pamitan kepada beliau untuk merantu di Jogja dan akhirnya sejak itu belum lagi bertemu dengan ibu, hikkss :(, sudah satu tahun setengah sejak terakhir kali bertemu ibu rasanya kangen ini sudah tidak terbendung lagi, ingin banget ketemu tapi apa daya tangan tak sampai apalagi kaki, apalagi gigi, pipi, gusi, lambung, knalpot, kipas angin, tissue. 
balik ke sms yang tadi saya kirimin ibu tidak langsung balesin, karena sinyal di rumah susah, jadi kalo mau kirim sms harus naek tower setara dengan gedung lantai 7 kemudian turun lagi karena lupa bawa hapenya, dan naik lagi bawa hape tapi ternyata batrenya abis dan listrik ketika itu sedang padam, lengkap sudah, dari mana saya tau, barusan beliau menelvon bahwa listrik sudah mati sejak 2 hari yang lalu #prayforlistriksmuatera dan belum sempat dikebumikan karena kabel yang begitu panjang sehingga memakan waktu bertahun-tahu menggulungnya menjadi kepang rambut. 
barusan ditelvon ibu ternyata seperti ini rasanya seperti ada rasa rindu yang terobati, senang, bahagia, gembira, serasa pengen loncat dari pohon cabe tertinggi di dunia,  alhamdulillah akhirnya saya bisa melepas kerinduan sma ibu walaupun lewat telvon, terimakasih ibu udah ngirim uang sejutanya, udah kakak cek kok, udah ya kakak mau nugas dulu Assalamu'alaikum....zzzzz
mendadak bumi menggoncang memuntahkan semua isinya dan saya adalaah muntahan paling hina dan membusukkan, jiuuhh
selang beberapa lama telvon kembali berdering, saya mengangkat dengan kaki kanan, dan saya tempelkan ke mata kaki eh kuping kaki, eh kuping yang ada dua letaknya di kepala 
"coyyy  aku di kontrakan adul nih buruan ke sini" suara dari balik telvon  
" oke coy segera meluncur, tapi tugas saya banyak e coy" jawab saya menyergah
" udah coy sekarang buruan ke sini aja" jawabnya dengan sedikit memaksa dan menggeser-geserkan anuya ke pintu
" oke bentar ya coy aku nulis blog dulu, eh coy ati-ati anumu nanti kejepit pintu" jawabku dengan nada khawatir karena anunya ternyata tidak ada
" oke coy aku tunggu ya coy" sambil terus menggesekkan sampai terdengar bunyi krieet, yang artinya sudah lecet dan mulai perlahan menghentikan kebiasaanya
" oke coy tunggu aja ya, eh btw ini siapa ya?? kayanya salah sambung deh, aku siapa "
hening.......

oke kembali ke pembahasan hari ibu, oke kali ini serius ya, yah sebenarnya hari ibu bukan hari ini, hari ibu adalah hari dimana kamu dilahirin dan hari dimana anakku nanti dilahiri (udah kebelet), dan hari ibu itu setiap hari seharusnya, saya jadi curiga jangan-jangan orang yang netapin tanggal 22 Desember sebagai hari ibu adlaah hari dimana dia dilahrikan bersama berjuta anak massal bersamanya, dan kecurigaan saya sama sekali tidak beralasan karena tidak berdasarkan bukti yang autentik, jadi kesimpulanny adalah ketika hari ibu junjunglah ibumu, agungkanlah ia, hormati ia, apakah harus sehari saja, tidak teman tapi setiap hari bisa kita hormati beliau, tapi jangan lupa ayah juga ya, karena tanpa mereka engkau tidak akan muncul sebagai bayi yang sekarang  menjadi sesosok makhluk hina tak bergigi satu. maka syukurilah jika engkau sekarang masih bisa menemui ibumu, manfaatkanlah momen kalian jangan engkau sia-siakan
oke mungkin cukup itu saja khutbah sya pada malam ini semoga dengan kekonyolan tetangga saya tidak  mempengaruhi anda untuk kembali membaca tulisa-tulisan hina saya
puisi sedikit karena saya seorang mahasiswa yan suke menabung jadi saya mau buat puisi buat hari ibu
Ibu

Ibu...
enkau bukanlah seorang ayah

#selamathariibu

Rabu, 09 Desember 2015

Share your morning


Pagi ini masih seperti pagi-pagi sebelumnya, masih dengan rutinitas yang membosankan, saking bosannya saya selalu mengeluhkan hal tersebut pada dosen saya, atau ibu saya, atau ibu dari dosen saya, atau kepada sandal jepit biru yang selalu menemani saya menemui ibu dari dosen saya itu, hal yang saya keluhkan adalah rutinitas yang saya anggap buruk bangun subuh jam 5 padahal adzan subuh jam 4, sholat kemudian tidur lagi, bangun lagi jam 6 ganti posisi tidur yang mirip spiderman lagi boker kemudian tidur lagi dan seperti itu terus setiap harinya sampai spiderman tua berjenggot dan anak dari anaknya sudah punya anak dari anaknya yang ketujuh. Rutinitas ini sudah berlangsung selama kurang lebih 1 tahun terakhir, dan seperti sudah menjadi kebiasaan yang telah mendarah daging, daging jadi darah, darah jadi daging seperti itu terus menerus setelah negara api menyerang dan saya sampai belom ganti cd. Balik lagi ke rutinitas, sebenarnya rutinitas adalah suatu kegiatan yang selalu kita lakukan setiap harinya, hampir sama dan selalu di waktu yang sama, saya selalu menyalahkan keadaan dan tempat, karena ketika dulu masih sekolah di pondok saya merasa rutinitas saya baik-baik saja, ketika di pondok dulu bangun pagi, sholat subuh berjama'ah kemudian ngaji bareng, olahraga dikit di kamar mandi kemudian sarapan dan berangkat, hampir tiada waktu yang bisa digunakan untuk tidur saat itu, namun jika dibandingkan dengan ketika saya kuliah sangat jauh bedanya, bangun subuh telat, masih bisa tidur lagi, walaupun masuk kuliah jam 7 pun harus ada waktu setengah jam untuk tidur, rasanya seperti rugi banget kalo gak tidur lagi, ibarat udah ketemu Jessica Milla di depan mata tapi gak foto malah cuma bisa nimpukin mukanya pake sendal jepit. Oke tapi saya selalu punya pendapat lain mengenai rutinitas ini, saya masih menganggap selalu ada hikmah di balik ini semua, tidak lain adalah pelampiasan saat di pondok dulu, yah cuma itu sebenarnya, kalo ditelvon mama paling cuma bilang 
"Yogi tadi pagi bangun jam berapa"
"Bangun di jam yang tepat ma"
"Jam yang tepat maksudnya"
"Iya jam jam dimana yogi bisa tidur lagi maa..."
"-__-...."
Pagi ini terasa beda banget, saya seolah mendapat suntikan anti rabies baru dari bidan sebelah asrama saya tinggal, maksudnya suntikan semangat ges, bangun yahh seperti biasa kemudian olahraga dikit di kamar mandi dan berangkat tepat pukul 7 (padahal kuliah masuk pukul 7) wajar saya adalah mahasiswa yang sangat menghargai extra time dari dosen, yaitu 15 menit toleransi. Sedikit terburu-buru saya menunggangi vixi dengan tegas dan beradab, nama vixi sebenarnya berasa dari nama Yamaha Vixion yang dibelikan romo saya waktu semester 2 dibayar kredit 3,5 tahun lamanya, jadi bisa dibayangin kan kreditnya sengaja dibuat biar nyamain waktu kuliah saya besok, mungkin ayah berpendapat kalo Yogi gak lulus-lulus gausah lunasin aja motornya simpel kan?. Yes balik lagi ke jalanan, dengan sedikit terburu-buru vixi saya genjot agar bisa sampai ke kampus tepat waktu, dengan lagak ngebut seperti valentino rossi balapan sama farhat abas di selokan. saya dikejutkan dengan sebuah mobil yang tiba-tiba melambatkan jalannya, sontak saya mengerem sejadinya sehingga mengakibatkan ban vixi berdecit seperti bunyi hamster mau kawin, ciiittt ciicciicuiitt,(itu bunyi burung) mendadak saya geram dengan sopir mobil sedan hitam tersebut, gak mikir apa di jalanan sedang ada mahasiswa yg udah telat beberapa menit, saya mengumpat sejadinya agar rasa kesal saya hilang, namun sesaat umpatan saya berhenti dan berganti menjadi tertegun dengan senyum tukang becak yang sedang berjalan tepat di samping mobil sedan hitam tersebut, ternyata sopir tersebut membagikan sesuatu yang tidak terlalu jelas aku melihat, mungkin bom molotov sisa perang dunia 2 atau apa saya juga kurang tau. Sesaat perjalanan berlanjut dan berganti dengan senyuman yang merekah untuk pagi ini. Saya selalu terharu dengan mereka yang selalu bisa berbagi dan terkadang saya menyesal karena saya kurang bisa berbagi, ada pengemis kadang saya pura-pura sok ganteng nampangin muka mitip benedict cumberbath, ada pengamen banci kadang pasang muka cool aliando dan akhirnya dicolek juga, mengakibatkan saya harus mandi wajib 10 kali yang terakhir make daun kelor dan kembang 7 rupa, yah seperti itu kadang realitanya. Tapi kemudian saya berpikir saya sepertinya sudah berbagi tapi bukan dalam bentuk uang tapi ilmu dan berbagi kebahagian bersama warga Baros di Kretek Bantul Yogyakarta 5-6 Desember kemaren, kegiatan ini kami namai UAD Berbagi, yah alhamdulillah buat nutupin harga diri di mata Tuhan kelak. Yess akhirnya sampai juga kita di penghujung tulisan simpulnya adalah "pagi selalu menawarkan pesona yang berbeda, tergantung bagaimana seseorang menyikapinya, contoh pagi ini saya semakin menjadi pribadi yang suka berbagi, kentut bau ketek selalu saya berikan dan anehnya mereka justru marah-marah padalah berbagi bisa dalam bentuk apapun yang penting ikhlas buka?"
Jika pagimu kurang menarik bagimu maka sempatkanlah menikmatinya, karena pagi bukan untuk ditunggu tapi pasti datang, karena pagi bukan bukan hanya pagi awali dengan bismillah dan selamat pagii
"Sempatkan dirimu selagi selo jangan selokan dirimu selagi sempat"

Senin, 07 Desember 2015

REFLEKSI JUANG

Ini adalah kali pertama aku diberi tulisan oleh seorang wanita, namanya Eka Silvia, sahabat dari sejak semester 1 kuliah di UAD, dia sengaja menuliskan ini saat meminjam laptop dariku dan menemukan tulisan-tulisan absurdku, entah dia tertarik atau mau muntah dengan tulisanku atau kesambet hantu taman lawang, atau jin GGS, makanya dia berani menuliskan apa yang dia pikirkan di sini, emang laptop ini parkiran bisa markir tulisan sembarangan, tapi tidak apa-apa, dengan tulisan ini aku jadi semakin bersemangat berkarya, yahhh walaupun sering liburnya dibanding berkaryanya.
selamat membaca tulisan sahabatku yaa



Kutulis ini untukmu sobatku.
Maaf..
Sekali lagi maaf atas kelancangan yang kulakukan.
Kubuka semua file yang ada pada laptopmu. Kubaca dan kupahami. Bagaimana kamu dan teman-temanmu. Mungkin ini akan kau temukan jika kau teliti dalam membuka tiap file yang ada.  Selalu kau berkata dalam tulisanmu, bahwa kau sok dalam segala hal dan sedikit banyak melupakan Tuhan. Mas Yogi, tulisanmu mampu membuatku ingat betapa sombongnya aku kala itu. Kau masih sanggup bersyukur dan terus bangkit. Tapi aku ?
Buatmu sobatku, ku panggil kau sobatku karena bagiku kau lebih dari teman biasa. Dulu pernah kutemui orang sepertimu, dengan cara mengajakku berlomba itulah salah satu cara aku bangkit dari lumpur kemalasan. Meski aku tau, kekalahan selalu berpihak padaku. Tapi setidaknya kau mampu membangkitkan gairah petualang dan tantangan dalam diriku.
Kucoret-coret layar putihmu sobat, hehehe. Sorry mas Yogi.

Refleksi Juang
Untukmu Yogi Liandi

Dalam onggokan debu
Kau pahat kisah pada kelabu
Tak putih
Namun juga tak pernah menjadi hitam
Hidup yang terjadi
Tak kala ruh masuk dalam jasadmu
Puluhan tahun lalu.

Batu sering menjadi kendala
Kerikil tajam menyayat
Namun hidup akan terus berjalan
Hingga nafas berakhir

Sepotong semangat adalah segalanya
Di atas hingar-bingarnya dunia
Tak luput jua
Sekubik doa, menjadi andalan dalam setiap jalan
Agar harimau dalam diri tak membawa dalam hutan rimba

Kota yang kau tinggalkan jauh membentang dada
Antara dua onggokan karang
Jembatan ampera
Menanti dalam rindumu.

Pempek menunggumu untuk kau tambah bumbu
Sungai musi menanti hasilmu
Palembang ingin kau kembali dengan sejuta kejutan darimu.



MENIKMATI HIDUP ITU SIMPEL

setelah sekian hari gak mosting akhirnya ada waktu dimana saya rindu memosting hal-hal yang sebenarnya tidak perlu diposting tapi entah mengapa saya suka melaukannya akhir-akhir ini, mungkin karena pengen bersaing dengan blognya Phututsujatmoko dan blognya Puthuttriangga, atau hanya ingin sekedar mencurahkan isi hati, atau hanya ingin menjadi trend, atau hanya karena lagi SELO, sepertinya yang terakhir yang paling mendekati, oke baiklah selamat membaca postingan yang ini yak   


          Hari ini hujan lebat menyapu seantero Candi Borobudur, candi yang sempat dinobatkan menjadi salah satu keajaiban dunia, yang kemudian dilain hari tidak lagi menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia, saat ini tanggal 15 desembar 2013, aku sedang berdiri di samping tangga tempat biasa orang turun, tangga ini letaknya di sebelah timur Candi, karena tangga sebelah utara khusus untuk tangga masuk, walaupun khusus untuk keluar namun tetap saja ramai akan suasana yang sejenak membuat aku tertegun melihat pemandangan yang tak asing lagi, tapi entah mengapa aku merasa betah disini, sendiri, yah sendiri menikmati pesona yang menarikku untuk berlama-lama disini, membuat hoby baru, mengungkapkan betapa indah nikmat Tuhan yang ku rasakan hari ini, aku masih berdiri disini di samping stupa yang malu-malu mengintip dari celah batu yang mengurungnya, mungkin ia penasaran, apa yang diperhatikan oleh pemuda gempal  berkulit sawo matang berdiri tertegun hanya untuk menikmati suasana, ketika aku meliriknya ia malu-mlau dan kembali keposisinya, dasar stupa nakal, menganggu saja kenikmatan orang. Di tangga itu aku melihat sekaligus mendengar turis mancanegara bercakap-cakap menggunakan bahasa mereka, aku agak kurang mengerti ucapan mereka, namun satu yang bisa aku tangkap, pasti mereka sedang memuji keindahan Borobudur ini, disini aku juga mendengar berbagai bahasa, melihat bagaimana mereka turun, cara yang unik, sepasang suami istri sedang bermesraan, lelaki itu membantu pasangannya turun dari tangga yang terbuat dari batu besar nan keras juga tinggi, jadi jika tidak berhati-hati, akan berakibat fatal.
 
Huh....
Hari ini aku hanya ingin menikmati hari, hari yang indah sebelum aku kembali melakukan rutinitas yang melelahkan dan sangat-sangat membosankan, berkutat dengan tugas, aktivitas organisasi, dan semua yang membuat aku penat dibuatnya. Dari tadi aku belum mengambil satu foto pun dari handphone yang dari tadi ku pegang, namun aku lebih suka menuliskannya, karna aku tak membawa kertas dan pena, jadi aku menulisnya dalam bentuk ketikan handphone bututku, handphone yang selalu setia menemaniku menjalani rutinitasku yang penuh dengan serba-serbi keindahan, carut-marut kepedihan dan indahnya kebersamaan. Tulisan ini adalah tulisan ababilku, tulisan yang telah berumur dua tahun, yah mungkin sedikit yang bisa diambil dari tulisan ini yaitu jangan terpacu pada satu alasan untuk menikmati hidup, karena banyak alasan mengapa engkau harus hidup di dunia ini, akan ada banyak alasan Tuhan memberimu nafas, untuk sekedar menikmati hamparan Borobudur, ada alasan mengapa kakimu dibuat kuat hanya untuk menopang tubuhmu, akan lebih banyak alasan lagi mengapa engkau harus menulis yang biasanya engkau gunakan media untuk mencurahkan perasaanmu malam ini.

Selamat membaca postingan selanjutnyaa yaa... -__- 

Rabu, 02 Desember 2015

Penipuan Modus Baru


Penipuan Modus Baru
Hai blogger tercinta mau share nih ada modus penipuan baru, dan ini terjadi dengan temannya teman saya yang punya teman dari temannya teman saya, penipuan ini kayaknya baru ini terjadi karena modus ini si penipu kayaknya niat banget buat nipu deh sampe-sampe dia rela nelvon korbannya buat ngeyakinin kalo itu bener2 penipuan ehh bner2 terjadi maksudnya, jadi ceritanya gini pagi tadi temen saya ini menemukan sebuah amplop berisi cek berjumlah 4,5M coy Milyar loh bukan Malingan atau Mainan atau Mimisan (apalagi ini), tidak cuka itu tapi ada juga SIUP (Surat Izin Untuk Papa) pokoknya gitu deh, tampilannya meyakinkan banget, teman saya ini yang sangat2 polos mencoba menelvon ke nomer yanh tersedia di sana sebut saja namanya pak Sarimin
Gatot : benar ini dengan pak Sarimin yang sering pergi ke pasar?
Sarimin : wah iya benar bapak, ada apa ya, saya lagi mau ke pasar ini
Gatot : wah bapak kok kerjaannya ke pasar sih bukan ke super market aja
Sarimin : ya karena di pasar saya bisa sekalian sirkus kalo di supermarket nanti saya dicegat satpam
Gatot: oke kembali ke laptop ya pak,jadi saya menemukan sebuah berkas berisi cek senilai 4,5M (Masya sih) dan surat penting lainnya
Sarimin: alhamdulillah akhirnya ditemukan cek dan berkas penting saya, sekarang bapak bisa kirim no rekening bapak ke nomer ini karena kami memberi imbalan karena telah menemukan berkas penting perusahaan
Gatot : waduh pak saya tidak punya nomer rekening, adanya nomer togel nih, ini aja baru saya dapetin di angkringan terdekat tadi saat saya sedang nongkrong di burjo, gimana ?
Sarimin : yaudah deh gak papa yang penting nomer bapak itu menang dan bisa dituker dengan Nabila JKT 46
Singkat cerita Gatot memberi nomer rekeningnya kepada  Sarimin isi dua, ternyata sarimin meminta lebih, ia meminta kepada Gatot untuk mengisi rekeningnya sejumlah 10% dari jumlah yg disiapin, uang yg akan dikirimkan adalah 200JT yg artinya harus ada uang 20Jt di rekening tersebut, pusinglah Gatot
Gatot : pak Sarimin kok syaratnya besar sekali pak, saya cuma ada 4 ribu nih buat beli nasi kucing di Mall Malioboro tadi, nah pas saya tarik karetnya ambyar deh nasinya
Sarimin : wah jadi begini pak nasi kucing itu jangan ditarik dulu karetnya tapi letakkan dulu nasinya di piring kemudian kasih deh sma yg berhak mendapatkannya yaitu kucing2 jalanan(malah ngomongin apaan)
Jadi begitu pak hal ini kami antisipasi agar tidak ada indikasi terjadinya pembengkakan pada rekening anda dan sangat berbahaya pagi penjaga angkringan, ditakutkan ada dugaan korupsi di dalamnya pak
Singkat cerita si Gatot membohongi Sarimin karena dengan kecerdasannya ia sudah tahu kalau ini adalah modus penipuan baru tapi kedoknya tetap kedok lama, pasti setelah itu Sarimin akan menyuruh Gatot mengakses kode yang diberikan kemudian setelah diakses bukannya menerima uang justru kita yang mentransfer uang ini ke Sarimin si pejahat Kela**n

Tuh bagi agan-agan harap sekali lagi berhati-hati dan jangan mudah tergiur dengan uang banyak, makanya kerja kalo pengen duit banyak
Pesan terakhir "jangan menarik karet nasi kucing sebelum masuk ke dalam piring karena akan menyebabkan gangguan pencernaan, kmandulan dan ambyar" sekian selamat malam selamat hari Kamis


Minggu, 29 November 2015

DOMPET KOSONG


 post kali ini adalah tulisan ane 2 tahun silam apa ya, udah lupa, ceritanya buka-buka berkas lama gitu dan nemu ini, kebetulan lagi nyari bahan buat ngeblog, yaah jadi post aja deh walaupun agak absurd gituu. post ini kali itu tentang sebuah kajian yang gada habisnya kalo dibahas jadiii yaa gini aja deh kita bahs bareng-bareng di kolom komentar gimanaa? setujuuu

            Ini nih yang sering bikin orang melongo, diem, dan ga nentu arah, mending melongonya jelas malah na'uzubillah, bibir dibuka lebar, mulut ngeluarin gas beracun gara-gara nggak makan beberapa hari, diemnya juga kagak jelas, pengen minjem duit tapi malu, yang biasa dipinjemin uda terlalu banyak saldo tagihan, busyet dah, ini nih bikin mampet pikiran juga kayanya, dampaknya mah bener-bener kerasa, yang jelas tuh ya, males mikir, tuh jelas, apalagi mikirin mata kuliah, ditambah tugas dikali dosen killer dikurang gizi buruk ditambah film GGS yang ga jelas di tambah lagi muka tetanga yang absurd, lengkap gak tuh, mana utang numpuk dimana-mana lagi, pulsa juga abis, bokek daahh, gak tahu nih ntar malam mau makan apa, nunggu keajaiban aja dari Tuhan Yang Maha Pemberi semoga gua diberi makanan yang enak-enak, duit yang banyak buat nutupin utang, yang gak habis pikir nih, masih saja saya belagu kagak mau deket ama Yang ngasi rezeki, malah jauh aja perasaan, dari mana lu dapet rezeki ?, ah pusing banget namanya mikirin duit mah, kagak ade habisnya, ada duit boros, kagak ada duit boros juga, aneh gak sih ? Namanya juga mahasiswa, mahanya para siswa, jadi ya segala kebaikan dan keburukan siswa udah ngalamin, diluar kepala malah, ya gini deh kalo lagi mikir dompet kosong, lebih serem dari film bangku kosong, kalo bangku kosong cuma setan yang ikutan main, tapi kalo dompet kosong, ampe jin penunggu asrama, iblis pembawa tongkat garpu dan makluk laen dalam film GGS juga ikut berperan boss, contoh aja kalo otaknya pencuri, dompet kosong dia maling aja, gak peduli ama temennya sendiri, kan bantuan jin itu, sadis kan ?

Disamping gua ada tab ukuran 5inc, bukan hasil maling, tapi ngutang tuh, gila kali ya gua, ngerelain ngutang demi cuma pengen BBMan, kagak abis pikir gua, saat gua ngutang itu sadar apa kagak gua juga gak tahu, masalahnya kalo mau dikembaliin juga gak mungkin. Pusing nih, masa iya gua harus kerja buat nutupin utang, mana mamy gua sulit dihubungin lagi, apa gua coba nulis dimedia masaa aja ya ? kayanya ide bagus tuh, tapi kok kayanya sabsurd ya ? Siapa coba yang berpengalaman dalam hal tulis menulis di media massa, dan mau nulis apaan ? ntar dikira orang alay lagi, punya duit bikin status, gapunya duit bikin status, dimakan duit bkin status, mau boker bikin status, dibokerin bikin status, busyeet dahh. Makhluk alay semakin berkeliaran.
Mikir dulu aahhhh
Besok ada tugas gak ya ? Kayanya ada deh, tapi kok masih males aja nih badan buat digerakin, aktif dan energik gitu loh, oh iya besok gua mau ngadep dosen gokil untuk ngebahas soal PKM(Program Kreativitas Mahasiswa), gua mau bikin penelitian tentang abu vulkanik hasil letusan gunung kelud kemaren, yang ampe buat jogja bak kota mati yang telah ditinggalkan penghuninya ratusan abad(alaay), iya masalahnya kan update tuh lagian untuk pemanfaatannya belum ada yang make, makanya gua bersama team gua siap mati-matian ngerjain tuh tugas. Memang menantang juga tuh garapan, ampe dibuat pusing gua, bismillah aja deh, bersama allah kita bisa bisa dengan bismillah kita kuat, semoga lahir dan batin.


Waktu itu sepaerti pedang, kalu ga nebas die lu yang bakal ditebas ama die, ngomong masalah waktu, dari sekian tahun, bulan dan hari yang Tuhan berikan pasti sama juga yang diberikan Allah kepada umatnya yang lain, tapi seevisien apa menggunakan waktu itu, itulah yang jadi tanda tanya besar dalam hidup gua, yaitu manfaatin waktu, dari hal terkecil aja deh, ngaji 2 lembar tiap abis maghrib, baca buku 5 menit abis ngaji, nulis diary sesukanya, mau ampe dobol tuh laptop juga kgak masalah, tapi masalahnya kok susah banget biasainnya, capek gua hidup dalam ketidakbergunaan, baik bagi jiwa gua sendiri maupun bagi orang lain, perasaan semaikn hari gua semakin menurun bukan seperti dulu aapalagi megalami kenaikan, emang sih ada kalanya kita turun dan ada kalanya kita naik, tapi gua itu kayanya turun terus, buat naik itu butuh waktu berhari-hari, tapi buat turun, selalu ada waktu untuknya, untung aja si naik bukan sejenis mamalia, bisa cemburu kali dia kalo sejenis. Nah maka dari itu gua kepengen banget namanya move-onlah kalo bahasa kerennya, berubah kek, dari mantan gua aja gua udah bisa mope on, masak dari kemalesan belum ?, ngomingin mantan nih, mantan gua belum bisa lepas nih kayanya dari gua, buktinya dia sms gua terus, kecantol kali ya ama kegantengan gua yang level 17, ngelewatin brade pit, shah rukh khan, angelina jolie, sssst, nama terakhir apa maksudnya ?.

SETETES VODKA



Sore ini aku baru saja selesai menonton film entah yang keberapa ratus, mulai dari anime, laga, bollywood atau hollywood sudah aku jajaki semuanya. Aku mulai merasakan kantuk menyerang, aku lirik jam di hpku menunjukkan waktu 15:00 wib, yang berarti waktu ashar telah berlalu sekitar 15 menit yang lalu. Sambil menschroll hpku aku tak sadar tertidur dengan nyenyak sekali. Bangun-bangun aku bergegas menghidupkan motorku dan berkumpul dengan teman-temanku di tempat biasa kami nongkrong malam hari, seperti biasa Aan yang selalu bersahabat dengan rokok dan minuman keras menyapaku, begitu juga Diky yang akrab dengan barang haram seperti yang dipegang oleh Aan, memang akhir-akhir ini aku sedang dekat dngan mereka, seraya menghisap rokoknya Aan  menyuruhku mengambil sebatang rokoknya dan mulai bermain-main dengan koreknya, bermaksud agar aku menghisap rokok juga, namun aku berkilah, aku tak ingin menghisapnya karena aku sadar bahaya rokok, berbeda dengan  mereka yang selalu bersahabat degan rokok, akhirnya Aan pun memaklumi, namun godaan tak berhenti sampai di sana, Diki membawa minuman campuran berwarna biru mirip Pepsi minuman bergas produkan luar negeri, minuman tersebut ia letakkan dalam cangkir dan pas di sampingku di sebelah cagkirnya terdapat botol biru yang aku kira adalah pepsi, aku dipaksa untuk minum oleh Diky, aku tak bergeming, masih memikirkan sangat tidak enak terus menolak jamuan orang, yang pertama rokok yang diberikan Aan aku tolak mentah-mentah, yang kedua tawaran minum dari Diki juga aku tolak, namun perlahan tanganku bergerak pelan,  aku merasa haus dan aku memutuskan untuk menegak barang sedikit, karena dari awal aku mengira hanya minuman bergas biasa, aku seruput minuman biru itu perlahan memenuhi seluruh mulutku kemudian menembus tenggorokanku, aku belum tahu pasti minuman apa itu barusan, apakah alkohol atau minuman bergas seperti yang aku kira mulanya, namun yang pasti, saat ini tubuhku terhuyung dan hilang kesadaranku, aku mendengar sayup-sayup mereka tertawa terbahak-bahak melihat aku terhuyung-huyung, terlintas di pikiranku artikel tadi pagi yang aku baca di Media Sosial “Barang siapa menjual minuman yang memabukkan atau Khamr atau mengiklankannya, atau menyebarkannya maka dia juga ikut kecipratan dosanya, apalagi mencicipinya pastilah akan menereima dosanya”, masih belum sadar dan serasa terhuyun jalanku, aku mencoba untuk berjalan meninggalkan tempat tersebut, aku masih belum bisa merasa sadar sepenuhnya karena yang kulihat hanyalah bayang-bayang semu yang terus bergerak seperti berputar, kepalaku terasa berat sekali.
Aku baru ingat kalau hari ini aku akan berangkat kerja tepat pukul 17:00 dan aku bergegas sholat ashar, namun aku teringat wajah ayah yang terlintas di kepalaku dan dia pernah berkata mengutip dari hadist Rosul “khamr itu induk segala keburukan. Barang siapa yang meminumnya, maka Allah tidak akan menerima sholatnya selama empat puluh hari. Dan barang siapa yang mati dimana khamr itu ada dalam perutnya, maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah” (HR. Ath-Thabraaniy), aku kembali dibuat pusing oleh bayang-bayang tersebut, aku mencoba memutuskan untuk mengusap wajahku dengan air, namun tetap saja nihil, yag terjadi hanya kepalaku tambah berputar-putar, aku kembali melihat jadwal kerjaku, aku memutuskan untuk tetap sholat dan berangkat kerja. Di tempat kerja aku hanya bisa diam dan terus jalan terhuyung, setiap ada yang bertanya aku selalu menjawab aku baik-baik saja, setelah Make Over wajahku terlihat agak fresh walaupun kepalaku masih terasa berat, aku memaksakan diri untuk tetap bekerja, ketika mengecek barang keluar aku masih belum sembuh dan masih terhuyung jalanku, aku memutuskan untuk terus memaksa namun yang terjadi malah aku tersungkur dan jatuh.
Terngiang di kepalaku “Barang siapa menjual minuman yang memabukkan atau Khamr atau mengiklankannya, atau menyebarkannya maka dia juga kecipratan dosanya, apalagi mencicipinya pastilah akan menerima dosanya”. Kata-kata itu terus menjadi bayang-bayang pikiranku, semakin aku memikirkannya semakin aku pusing dibuatnya, terus seperti itu sampai aku hampir muntah dibuatnya. Semua orang mengerumuni dan panik. Akankah aku mati dalam keadaan minuman keras ada di perutku? Akankah aku menanggung siksa yang diberikan oleh Pemilik Hidup?, arrgghhhh kepalaku semakin cepat berputar-putar dan sontak aku.....
***
Terdengar jelas dari luar jendelaku suara deru motor dan mobil yang berlalu lalang di jalanan, aku melirik jam di hpku ternyata baru pukul 15:46, ternyata aku tertidur selama 46 menit dan aku teringat belum menunaikan kewajibanku, langsung kubangun dan bergegas ke kamar mandi dan mengambil butir demi butir air suci yang mensucikan ini. Mimpi tadi masih terngiang di kepalaku, untung hanya sebuah bunga tidur.


Terkisahlah seorang pejabat tinggi negara yaitu Bupati dan istrinya berkelana menuju desa tempat mereka tinggal dulu, alkisah sang Bupati ingin menenangkan diri barang sehari dua hari karena urusan kerjanya tak kunjung usai, dan hal tersebut diperumit dengan renggangnya hubungannya dengan istrinya yang telah memberinya satu buah cinta mereka. Membutuhkan waktu berhari-hari untuk menuju desa tersebut, dan tentunya tak lupa sang Bupati membawa serta kebutuhan sebanyak-banyakmya, algojonya pun tak hilang selangkah dari kegiatan sang Bupati. Meski sang Bupati dan sang istri sedang tidak akur tapi selalu ada anak lelaki semata wayang buah cinta mereka yang selalu memecah suasana.
“mama sama papa kok dieman terus dari tadi?” sang anak membuka percakapan
“ohhh... tidak sayang papa lagi banyak pikiran makanya dari tadi diam” ujar sang Bupati dengan nada ragu-ragu
“iya mama juga lagi banyak urusan rumah tangga yang belum selesai makanya masih mikir nak” tambah sang istri Bupati
“eh iya gimana sekolah kamu sayang, banyak teman baru yaa? Asyik dong” sang Bupati meyahut untuk mengalihkan pembicaraan.
“emmm enak kok pa banyak banget temen baruku, apalagi mereka baik semua sama aku setelah aku tahu papaku seorang pejabat.” Jawab anak dengan polosnya
Dengan asyik mereka bercanda di perjalanan, suasana mencair dengan adanya anak lelaki sang Bupati yang ternyata menyadari adanya keretakan dalam rumah tangga papanya dan mulai hilang harmonis antara papa dan mamanya.
Setibanya di desa tersebut sang Bupati segera mencari-cari alamat rumah yang dituju, ia coba bertanya kepada warga yang berlalu lalang namun mereka tak megenali alamat tersebut, anehnya desa yang mereka tuju benar, tapi alamatnya tidak menunjukkan rumah yang mereka tuju, pusing tujuh keliling, mereka pun memutuskan untuk mencari penginapan di dekat desa, tak ada satupun penginapan di desa tersebut karena berada di pelosok. Merasa terjepit sang Bupati memutuskan kepada anak buahnya untuk mencari rumah kosong yang terdapat di desa tersebut. Warga di desa tersebut belum menyadari jika yang mendatangi mereka adalah orang besar yaitu Bupati, dan mereka merasa heran karena pakaian mereka rapi dan terlihat sepeerti disetrika dengan halus, membawa banyak orang ke sebuah desa,
“Ahh mungin mereka mau mencari tempat tinggal di sini dan sedang melakukan survey apakah layak desa yang jauh dari kota ini dijadikan tempat tinggal”, gumam salah satu warga.
Setelah mencari sekian lama anak buah tersebut kembali untuk memberi tahu bahwa ada rumah kosong di dekat hutan agak jauh dari desa, namun agaknya sang Bupati ragu karena rumah itu dekat hutan, tapi karena tidak ada pilihan lain, dikarenakan hari sudah hampir malam juga anak tunggalnya sedari tadi menangis karena kecapekkan, mereka memutuskan untuk menuju tempat tersebut.
Setibanya di rumah kosong tersebut mereka tidak merasakan kalau itu rumah kosong, rumah tersebut bersih dan terawat namun karena jauh dari desa dan lebih dekat dengan hutan membuat suasana rumah tersebut seram pada awalnya, ketika memasukinya pintu rumah terebut tidak terkunci dan diketuk pun tak ada yang menjawab.
Memutuskan untuk masuk mereka dikejutkan dengan adanya kakek tua yang sudah menunggu di dalam rumah, ternyata rumah tersebut dihuni seorang kakek tua, kakek tersebut tidak marah tidak juga tersenyum melihat mereka nyelonong masuk ke dalam rumahnya, kakek tersebut malah menyuruhnya duduk, sang bupati duduk di samping anak buahnya dan istrinya memangku anaknya duduk agak berjauhan. Melihat lagak yang kurang beres sang kakek mulai membuat pembicaraan.
“sengaja aku bangun rumah ini jauh dari pedesaan agar aku merasa tenang dan jauh juga dari keramaian, saat temanmu tadi datang kesini sengaja aku biarkan mereka melihat-lihat rumahku kemudian kembali dengan membawa engkau, untuk tinggal, rumah ini sengaja aku tidak beri lampu, makanya terlihat seperti rumah kosong, hanya lampu senthir ini yang selalu menemaniku setiap malam, sekarang beresi barang-barangmu kau dan temanmu itu boleh tinggal di sini,” kalimat terakhir itu seraya mengakhiri percakapan mereka.
Sang Bupati tadi pun segera menyuruh anak buahnya untuk mengemasi barang-barang mereka dan memasukkannya ke kamar, namun disela-sela kesibukan mereka, sang kakek tersebut menyela
“siapakah anak kecil itu? Tanyanya penasaran
“itu adalah anak kami kek,” sahut sang Bupati.

“oh jadi begitu, kasihan sekali dia,” sahutnya seraya berjalan menuju kamarnya.

CERPEN ini sengaja belum saya selesaikan karena banyak hal, semoga pembaca tidak kecewa karena saya akan melengkapinya di lain waktu